Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Catatan Harian 124 : Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus dimengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. ~ Tere Liye


Adalah menyedihkan menjadi manusia yang terabaikan, yang hanya diingat saat dibutuhkan, yang tidak pernah dianggap, yang sendirian. Namun apakah menjadi manusia menonjol itu baik? Saya kira di usia 30'an saya tidak menemukan lagi pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab, atau keputusan yang diragukan. Tapi ternyata tidak, masih harus banyak belajar. Never ending learning. Pekan demi pekan berlalu,… Continue reading Catatan Harian 124 : Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus dimengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. ~ Tere Liye

Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Catatan Harian 123 : You may have to fight a battle more than once to win it


Hidup adalah misteri, itulah yang membuat hidup seru, ketidakpastiannya, begitu kata orang. Terkadang hidup bukanlah tentang dimana kamu tinggal, namun tentang lagu apa yang kamu dengar Iri, dengki, khawatir, dan perasaan negatif lainnya datang silih berganti. Bergantian bersama heran, haru, bahagia, senang dan beragam perasaan positif. Hidup tak selalu menyenangkan, namun tak selalu letih. Terkadang… Continue reading Catatan Harian 123 : You may have to fight a battle more than once to win it

Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Catatan Harian 122 : September ke 30


Tidak ditunggu, tapi saat itu pasti datang : September ke 30. Semua pasti baik-baik saja seperti biasa, 15 kali rotasi matahari dalam usia baligh, akankan semua baik-baik saja? Masih entah, namun pertanggung jawaban pasti ada. Saya masih bahagia, masih sehat, masih gendut, masih muda, sepetri biasa. Tiada pesta lagi, usia 30 hah? gerbang hebat dalam… Continue reading Catatan Harian 122 : September ke 30

Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Catatan Harian 121 : Waktu yang Terasa Berlalu Lebih Cepat dari yang Seharusnya


Sepekan berlalu, sepekan biasa, sepekan dengan tantangan baru, dengan rasa yang biasa namun tanggung jawab yang besar. Kepada saiapa lagi saya harus bicara? Selain pada-Mu. Saya berbicara mengharap balas, balas semudah cinta, cinta yang terkadang tiada terasa dan tak disyukuri. Nikmat yang paling indah bukan hanya dicintai, namun saat kita sadar bahwa kita dicintai dan… Continue reading Catatan Harian 121 : Waktu yang Terasa Berlalu Lebih Cepat dari yang Seharusnya

Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Catatan Harian 120 : Hero Die for One Thing than Life for Nothing


Sepekan berlalu, sepekan dengan masa yang biasa (benarkah?), sepekan dengan jam pulang jam 8 malam dan berhasil mengaji lagi hingga tamat QS Annisa di malam jum'at berbekal martabak. Pekan terakhir di Dzulhijjah 1440H, pekan yang dinanti : Family Gathering perusahaan yang "berhasil" membuat pinggang cekota-cekot dan Malam terlewati dengan "tenang". Sepekan dimana Grandmaster menjadi Epic,… Continue reading Catatan Harian 120 : Hero Die for One Thing than Life for Nothing

Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Catatan Harian 119 : 6th Anniversary


Senin, 18 Dzulhijjah 1440H, Aug 19th 2019 Hari kerja lagi dan hari ini farewell Pak Tandon, pindah negara dan pensiun sekarang. Kembali ke Thailand. Setelah pagi meeting tanpa Pak R karena ada koordinasi bareng sekolah vokasi, langsung meeting soal pantry baru tim produksi. Sampai siang dengan SRE. Lupa saya dokumentasikan. Lalu sore hari ya itu… Continue reading Catatan Harian 119 : 6th Anniversary

Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Catatan Harian 118 : Idul Adha


Kita tahu bahwa hidup ada yang positif, ada yang negatif. Beberapa orang begitu tangguh dalam bidangnya, termasuk bagaimana menjadi bahagia dalam hidup dengan melihat yang positif. Saya mau kah? Tentu mau? Maka kenapa masih melihat yang negatif. Melihat yang negatif sebagai sesuatu yang negatif : kekurangan finansial sebagai kemiskinan, kekurangan amal sebagai keputus asaan, kekurangan… Continue reading Catatan Harian 118 : Idul Adha

Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Catatan Harian 117 : Fokus


Nyambi jadi hobi, multi skill jadi biasa. Desrupsi jadi biasa terganggu dan terganggu di era digital. Fokus jadi salah satu hal yang penting saat ini, tidak mudah memang tapi harus. So? Let's do that! Saya Anwar, seorang bapak 3 orang anak yang pagi ini berhasil lagi nganter anak saya sekolah TK lagi. Sebuah kebahagiaan kecil… Continue reading Catatan Harian 117 : Fokus

Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Catatan Harian 116 : Hari biasa


Ini hari biasa. Jakarta damai, Bekasi damai, Sukabumi damai. Batam damai. Saya terhubung dengan empat negara itu. Beberapa kasus terjadi : Pembunuhan gadis Cianjur, Mahasiswi D3 IPB di Sukabumi yang tiba-tiba menghilang, atau tentang wafatnya beberapa saudara dari teman. Ahad hingga jum'at berlalu. 6 hari. Bersyukur iya, mulai normal lagi. Sementara Pak Haji masih tersengal-sengal… Continue reading Catatan Harian 116 : Hari biasa