Sharing Ilmu Islam

Meluruskan Paradigma : “Perbedaan Manusia & Hewan adalah Akal”


Ada pendapat yang menyatakan bahwa : Akal adalah perbedaan manusia dan hewan. Pendapat ini tidak benar, karena faktanya hewan pun berakal.
Ada pendapat yang menyatkan bahwa hewan tidak memiliki akal, tapi naluri. Faktanya itu hanya akal-akalan saja, Buktinya strategi hewan dalam berburu, membangun sarang, dsb. Apa itu mungkin terjadi hanya dengan mengandalkan naluri?
Pendapat bahwa perbedaan manusia dan hewan itu terletak pada akalnya, hal itu hanya supaya kita merasa cukup berbeda dengan hewan hanya karena kita memiliki akal.
Buya Hamka berkata : “Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup.
Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.”
Kesimpulannya adalah sama saja manusia sama hewan kalau cuma hidup untuk : makan minum tidur. Perkataan buya hamka ini berasal dari QS. Al-a’raf : 179
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya : Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Perbedaan manusia dan hewan tidak terletak pada akalnya, perbedaannya adalah : Manusia diberikan syari’at, hewan tidak. Meskipun demikian, walau hewan tidak ada syariat tapi mereka berdzikir kepada Allah SWT.
Akal sudah dijelaskan dengan sangat baik oleh Ibnu Taimiyah dan  Al-Ghazali (dalam kitab ihya Ulumuddin, alkimiyya’us sa’adah (kimia kebahagiaan), dll )

Akal itu fisik atau ghoib, Apa sebenarnya ‘akal itu?

Akal tdk bisa dibahas secara klinis,  Islam membuktikan, menganalisa hal yang ghoib yaitu menggunakan satu-satunya sumber informasi : Wahyu Allah SWT.
Seperti dijelaskan pada QS Annahl, ayat 78 :
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Lihatlah bagaimana Allah menyusun : Pendengaran, penglihatan dan fu’ada secara berurutan sejalan dengan fakta yang kita ketahui saat ini tentang panca indera yang akan berfungsi pertama kali setelah lahir yaitu : pendengaran berlanjut ke penglihatan lalu fu’ada.
Fu’ada adalah hati yang ga bisa bohong, istilah lainnya adalah nurani, atau palung hati, dia selalu merasa salah saat bersalah. Saat ini kita biasa mendengar istilah ‘aqil baligh, ‘aqil dan baligh adalah dua kata yang berbeda. Aqil lebih dulu, bisa berfikir. 10 tahun itu mulai ‘Aqil. barulah baligh menyusul kemudian sesuai tanda-tanda yang kita ketahui.
Allah SWT juga menjelaskan dalam QS Al isra’ ayat 36 :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Dalam ayat ini kembali dijelaskan 3 alat untuk mencapai kecerdasan, yaitu : pendengaran, penglihatan, dan Fu’ad kenapa ‘akal ga disebutin?
Faktanya ‘aqal disebut di 49 tempat dalam Qur’an, akan tetapi tidak disebut dengan kata benda (isim) tapi sebagai kata kerja (fi’il). Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa ‘akal itu sebuah proses, alat nya adalah fu’ad.
Seperti terdapat pada QS Alhajj ayat 46 :
أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَٰرُ وَلَٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ
Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
Disini ada kalimat hati yang berfikir, disini tidak dijelaskan bahwa berfikir itu menggunakan otak, tapi qulub!
Tapi kan ustadz, sekarang ada test IQ untuk menguji kemampuan berfikir seseorang? Test IQ itu untuk menguji kemampuan kognitif, bukan menguji akal manusia. Faktanya Thomas Alfa Edison itu IQ nya jongkok. Wilder Penfield menulis the mistery of mind setelah dia mencoba meneliti fikiran dalam waktu lama namun tetap tidak bisa meneliti dengan baik tentang fikiran manusia, dan tetap menganggapnya sebagai misteri.
Lalu apa gunanya otak, pak ustadz? Otak itu sentral neurosystem. Saat ini pembagian otak menjadi otak kiri dan kanan itu tidak ilmiah. Disini kita harus menyadari bahwa hasil pemikiran manusia itu bisa dibantah, jangan lantas dijadikan paradigma begitu saja.
Otak kanan dan kiri itu imajiner, yang ada adalah pembagian otak menjadi otak besar dan otak kecil, otak kecil berfungsi menyambungkan saraf pusat pada otak dengan saraf rerifer (sistem saraf tepi yang berfungsi mengatur gerakan/sistem refleks.)

Cara membunuh yang paling sopan adalah di pancung

Itulah kenapa pembunuhan paling sopan, adalah di pancung, Membunuh dengan cara menembak jantung masih memerlukan 50 menit yang menyakitkan sejak jantung ditembak hingga seseorang mati, Eksekusi mati dengan cara suntik masih perlu 15 menit.
Secara biologis, hukuman pancung adalah metode paling manusiawi, karena langsung memutus hubungan ke otak sebagai penerjemah rasa sakit, kok setelah di pancung tangan gerak-gerak? ini diakibatkan reaksi sistem saraf rerifer.
Kematian dalam kedokteran itu ditandai dengan tiadanya 3 perkara : nafas, jantung dan otak. Dokter perlu waktu memastikan ketiganya untuk memvonis seseorang mati, karena terkadang jantung sudah tidak berdenyut dalam waktu dua menit masih bisa hidup lagi.

Pusat memori juga bukan di akal

Kadang ada orang ngaji dikit, kaya sayur kebanyakan air tapi garamnya kurang. Misalnya mereka mempertanyakan kenapa Qur’an tidak disusun seperti urutan turunnya, al-‘alaq dulu, lalu almudatsir, dst. Mereka harus tahu bahwa Qur’an disusun berdasarkan bagaimana Jibril as pada saat datang dan mengetes muroja’ah, beliau membimbing Rasulullah SAW diawali al-Fatihah hingga ke Annas, dan itulah bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabat.
Kita yakin bahwa Rasulullah SAW adalah penghafal Al-Qur’an, lalu bagaimana cara Rasulullah SAW menghafal Al-Qur’an? Hal ini dijelaskan di QS Al-Baqarah ayat 97 :
قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya : Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
Maka disini dijelaskan bahwa Qur’an diturunkan ke hatimu, maka Qur’an itu ada di hati, bukan di otak.
Sementara itu, manusia kadang ga konsisten, mereka bilang ” Aku tidak akan pernah melupakannya karena pernah menggores hatiku” padahal kita kan mengingat di akal, kenapa malah hati yang sakit?
Selama ini kita terlalu pakai filosofis barat, yang materialistis,  Akal itu bukan rasio, rasio menolak gaib. Padahal mereka juga percaya akal yang gaib.
Kiasan Ibnu Taimiyah tentang proses akal itu seperti teori optik : 3 alat ini akan tersesat, tanpa petunjuk, tanpa Wahyu. Menjadikan cahaya seperti Wahyu seperti cahaya.
Bagaimana dengan Pelatihan-Pelatihan Optimasi Otak yang sedang Booming Akhir-akhir ini?
Ini semua terkait dengan New age movemement (Gerakan Zaman Baru), Biangnya adalah Yahudi, mereka punya fikiran zionisme, ideologi yang intinya hanya ingin menguasai dunia, dan merasa jadi manusia pilihan.
Salah satu caranya adalah dengan control of mind. Salah satu Cabang ilmunya adalah psikologi. Saat ini bahkan sudah muncul beberapa metode seperti STIFIN dan pembagian karakter manusia menjadi Plegmatis, sanguinis, melankolis, koleris yang merupakan pengembangan dari Teori Humourism Yunani kuno dari Hippocrates. Membuat manusia menjadi terkotak-kotak seperti ini adalah upaya untuk melemahkan dan mengendalikan manusia.
Satu-satunya pengen pintar ya belajar, Mereka pengen kita yakin fikiran itu yang ngendaliin, merasa bahwa pusat dunia itu ada di fikiran kita, akal kita. Katanya ga usah berdoa, semua ada di akal kita.
Buku terkait pengembangan diri yang Islami, insya allah sedang ditulis oleh Ustadz Mohammad Fauzil Adhim (Bisa diakses di akun twitter @kupinang, beliau penulis buku “Kupinang kau dengan hamdalah”)
Padahal Akal : itu nomor 3. pertama adalah Wahyu, kedua adalah Hadits dan ketiga adalah Al-‘aqlus shohih (misalnya metode ijtihad dan qiyash ).
Dalam hal menjadikan sandaran kebenaran, nomor 1 & 2 yang harus didahulukan.
Misalnya tentang hukum mengusap khuf, dari hadits ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu,
لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ.
“Seandainya agama itu dengan logika semata, maka tentu bagian bawah khuf lebih pantas untuk diusap daripada bagian atasnya. Namun sungguh aku sendiri telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas khufnya.”[5]
Kita harus yakin dengan kebenaran Wahyu dan Hadits Rasulullah SAW, seperti para sahabat yakin dengan hadits berikut meski baru terbukti kebenarannya di abad ini :
Rasulullah SAW bersabda:
إذا وقع الذباب فى اناء أحدكم فليغمسه كله ثم ليطرحه فان فى أحد جناحيه شفاء وفى الاخر داء
“Apabila ada lalat yang menghinggapi tempat minum kalian maka celupkanlah seluruh bagian/tubuh lalat tersebut (terlebih dahulu), (baru) kemudian buanglah lalat tersebut. Karena sesunggungnya pada salah satu sayapnya mengandung obat dan pada sayap yang lain mengandung penyakit” (HR. Bukhari)
Atau seperti mengimani Isra’ Mi’raj, jikapun terbukti atau tidak terbukti secara ilmiah, kita harus yakin pada kebenarannya.
Ada yang unik terkait isra’ mi’raj salah satunya terkait tempat menambatkan bighal bersayap (atau dikenal dengan buraq, tapi Ustadz tidak menyebut ini) Yahudi nyiumin tiang di dekat masjidil aqsa, dengan alasan dulu ada orang Arab yang ngikat kudanya saat ke al-aqsa dan orang itu sangat hebat, tapi entah kenapa mereka ga iman sama orang arab itu.
Dalam bahasa Arab Qolbu diartikan Jantung, tapi Qalbu yang dibahas disini tidak ada bentuknya, seperti ruh. Ada satu Kitab yang membahas qalbu ini berjudul : amarul qulub, sangat tebal.
Kesimpulan ta’lim ini adalah :
  • Pengertian akal sehat sebenarnya yang membedakan manusia dengan hewan bukan akal tapi syariat
  • Pusat memori juga hati, akal itu prosesnya fu’ad
  • Hati2 terhadap Kesalahpahaman dalam menganggap akal itu pusat semesta, sumber segala sesuatu
  • Pengajian ini tidak membahas nomor 1-2 ya, tapi bahas nomor 3, akal itu ke tiga.
Pertanyaan-Pertanyaan :
Q1 : qolbu itu fisik atau ghoib?
Qolbu Disini adalah hati ma’nawi, Qolbu dalam arti dalam bahasa Arab itu jantung.
Q2 : Bagaimana pedoman mendidik anak tanpa ikut teori barat?
Sekarang teori barat dibumbui Qur’an dan hadits, mendidik anak dengan minat dan bakat, itu bikin dia tercluster, membuat anak cenderung tidak mengetahui banyak hal.
Imam Ibnu Qayyim, dalam kitab madarijussalikin. membagi akal menjadi dua bagian : akal yang asli, diberi merata kepada seluruh manusia yaitu Fitroh, dan ada yang akal lanjutan.
Contoh sistem pendidikan anak yang baik saat ini adalah Sistem Kutab al-Fatih. Ini bagus dalam parenting Islam dengan memakai pola pendidikan zaman Bani Abbasiyah.
Ada kitab tentang parenting, baru sedikit, dan itu pun masih klasik,
Sementara barat itu mendewakan kognitif, seperti k*mon, Budi pekerti ga ada, kematangan berfikir saja yang diajarkan, sampai ada yang nakal ga apa2 yang penting pinter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.