Refleksi

Sebuah Kumpulan Catatan yang Tertunda – September 2019


Apakah gunanya mengumpulkan memori?

Toh pada akhirnya saat kamu mencoba membaca lagi kenangan di facebook, semua jadi biasa dan tidak istimewa?

Saya belum menemukan jawabannya, saya hanya masih suka saja. Apakah ini sia-sia? Mungkin, tapi ini hanya hobi, sesekali saja saya menulis banyak, membaca lagi.

Saya masih bisa bekerja, bermain dengan anak-anak, mengurus keluarga, Ibadah. Dan ini hanya selingan saja, tidak melalaikan.

Tapi suatu saat, mungkin saya akan berhenti jika memang sia-sia begini.

Level popularitas manusia

Level popularitas manusia beda-beda, ada yang world level, national level, community level. Yah, seperti game saja.

Jadi apa manfaatnya?

Andai

Kalau sekarang kamu sudah memiliki uang yang cukup, maka apa yang akan kamu lakukan saat uangmu bertambah :

1 juta

Kalau dapat 1 juta per pertemuan atau seminar atau pengajian, 50% untuk pribadi 50% untuk amal, ya kalau 1 bulan bisa 20 kali saja, sudah cukup. Yang 50% bisa diinvestasikan untuk amal akhirat. Bukan?

Sekarang pun selalu berusaha begitu, memangnya berapa yang dipakai pribadi? Tau sendiri lah

2 juta

3 juta

5 juta

10 juta

20 Juta

30 Juta

50 Juta

100 Juta

200 Juta

500 Juta

1 Milyar

Ini sepertinya batas kebahagiaan keluarga menurut saya. Haha, tapi masa nunggu uang 1M dulu baru bermanfaat buat orang lain. tega bener.

Yah, mindset itu harus diperbaiki. Tetaplah bermanfaat meski hanya punya uang 1ribu.

2 Milyar

5 Milyar

10 Milyar

20 Milyar

50 Milyar

Membuat usaha untuk mensejahterkan keluarga dan lebih banyak ummat

100 Milyar

Membuat pabrik Industri halal dengan kualitas mutu terbaik

200 Milyar

Membuat perumahan RSS di kota besar dengan bebas bunga.

300 Milyar

Punya kawasan real estate Islami plus masjid megah dan wisata halal

500 Milyar

Punya taman wisata begitu sepertinya, yang Islami

1 Trilliun

One Billionaire man, syaratnya harus halal!

20 Trilliun

Punya perpustakaan dong, kudu itu di setiap kota, lalu mengisi seminar-seminar sebagai young billionare of Indonesia.

Menginspirasi, mengajak dan membina orang-orang agar jadi milyarder juga

30 Trilliun

Luar biasa ini juga, semoga hartanya bisa mengantarkan saya ke syurga. Aamin.

100 Trilliun

Wah, sudah bisnis sekala nasional kali ya. Punya jaringan bahan bakar atau listrik atau telekomunikasi kaya bakrie dan chaerul tanjung gitu.

500 Trilliun

Punya pulau, punya bisnis, pondok di setiap Negara. Kayanya pernah nulis deh. Ya punya beasiswa gitu, membantu orang difabel gitu. Apa lagi? Alloh SWT pasti prioritas saya.

Semoga Orang tua saya masih hidup saat saya punya uang sebanyak ini agar bisa lebih membahagiakan beliau.

1000 Trilliun

Level luar biasa juga, ya paling cuma bisa satu bisnis aja. Jadi ya sudah dijalani saja lah.

2000 Trilliun

Ini udah level negara kali, siapa yang punya 2000 T ? orang terkaya di dunia? Saya aja bingung bagaimana hidupnya.

Mungkin punya pulau, pabrik, transportasi, bandara, pesawat.

Apakah saya sanggup? Mungkin saja.

Saya sih kalau punya ya bikin pabrik juga mungkin, mungkin oil & gas atau tambang emas dan sebagainya, dan investasi di beberapa sektor rill daripada di keuangan karena lebih menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Sehingga bisa lebih bermanfaat buat masyarakat. Saya sebenarnya ingin bisa lebih dekat dengan orang hebat, biar bisa tahu, bisa merasakan, bisa belajar. Begitulah.

Tak harus diisi semua, ini do’a. Alloh SWT lebih tahu daripada hamba-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.